Memahami Peran Inti Quantity Surveyor: Lebih dari Sekedar Menghitung Jumlah Material
Profesi Quantity Surveyor (QS) seringkali disalahpahami sebagai sekadar melakukan penghitungan kuantitas material. Namun, peran mereka sebenarnya jauh lebih luas dan mendalam dalam industri konstruksi. Dalam artikel ini, kita akan meluruskan persepsi yang keliru tentang tugas dan fungsi sebenarnya dari seorang Quantity Surveyor.
1. Manajemen Biaya Proyek
Salah satu peran utama seorang Quantity Surveyor adalah
dalam manajemen biaya proyek. Mereka tidak hanya menghitung jumlah material
yang dibutuhkan, tetapi juga melakukan estimasi biaya, mengelola anggaran, dan
menemukan cara untuk mengoptimalkan pengeluaran agar sesuai dengan anggaran
yang tersedia.
2. Pengadaan dan Pemilihan Kontraktor
Seorang QS bertanggung jawab dalam proses pengadaan
kontraktor. Mereka membantu dalam penentuan spesifikasi teknis, mempersiapkan
dokumen tender, mengevaluasi penawaran, dan memilih kontraktor yang paling
sesuai dengan kebutuhan proyek.
3. Pengelolaan Kontrak
Setelah kontraktor terpilih, Quantity Surveyor terlibat
dalam pengelolaan kontrak. Mereka memastikan bahwa semua pihak mematuhi
persyaratan kontrak, mengelola perubahan lingkup, dan menangani klaim atau
perselisihan yang mungkin timbul selama pelaksanaan proyek.
4. Evaluasi Risiko
Seorang QS juga bertanggung jawab dalam evaluasi risiko
proyek. Mereka mengidentifikasi risiko potensial yang mungkin mempengaruhi
biaya dan jadwal proyek, serta merancang strategi untuk mengurangi atau
mengelola risiko tersebut.
5. Manajemen Waktu
Selain manajemen biaya, QS juga terlibat dalam manajemen
waktu proyek. Mereka membantu dalam penyusunan jadwal proyek, memantau kemajuan
pekerjaan, dan mengidentifikasi potensi penundaan atau kendala yang dapat
mempengaruhi waktu penyelesaian proyek.
6. Pengawasan Kualitas
Pengawasan kualitas juga merupakan bagian dari tanggung
jawab seorang Quantity Surveyor. Mereka memastikan bahwa material dan pekerjaan
konstruksi memenuhi standar yang ditetapkan dalam spesifikasi proyek, serta
melakukan inspeksi berkala untuk memastikan kualitas hasil akhir.
7. Pengelolaan Subkontraktor
Dalam proyek konstruksi yang kompleks, seringkali diperlukan
penggunaan subkontraktor. QS terlibat dalam pemilihan, kontrak, dan pengelolaan
subkontraktor untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar
yang diharapkan.
Kesimpulan
.jpg)
Comments
Post a Comment